Powered by Blogger.

GA

Pages

  • Home
  • Let's Partner Up!


Kalau lagu Efek Rumah Kaca berjudul "Jatuh Cinta itu Biasa Saja", saat ini saya ingin menuliskan mengapa Patah Hati juga hal yang biasa saja.

Seperti yang teman-teman tahu dan mungkin alami saat ini, kalau Pilkada DKI Putaran 2 akhirnya berakhir. Hasil polling quick count juga sudah bisa dipantau langsung. Dan kalau teman-teman membaca tulisan ini dari backlink akun di Facebook saya, maka kemungkinan besar kalian banyak yang patah hati saat ini. Ya, saya tahu ini hari yang berat untuk Jakarta, hari yang berpolitik di Ibukota.

Dari beberapa bulan terakhir, saya banyak melihat teman-teman sudah dengan sangat kreatif kumpulkan dana dan dukungan untuk mendukung gubernur andalan Anda yang awalnya ingin maju sebagai calon independen. Teman-teman saat itu sangat semangat, membuat saya yang berada di quarter life crisis ini ikut iri, ingin bergabung tapi apa daya KTP saya Tangerang Selatan dan akuntabilitas saya dalam mengelola dana benar-benar nol besar. Jadi, ada baiknya saya memantau dari jauh saja!

Sedang berada di tengah puncak kejayaan kalian dengan pendukung lebih dari satu juta pemilih, teman-teman harus hadapi patah hati yang pertama, KPU menolak data pendukung indipenden Cagub yang kalian pilih karena aturan di DKI mewajibkan para calon guberburnya bernaung di sebuah partai politik. Sedih, tapi untungnya beberapa partai politik yang sebelumnya sempat mendukung Cagub sebelumnya mau mendukung Cagub pilihan teman-teman kali ini. Long story short, patah hati berbuah manis. Cagub idaman teman-teman jadi bermain di Pilkada DKI dengan dukungan ParPol yang cukup mapan.

Memasuki masa kampanye yang lumayan seram dan menegangkan, salah satu dari kalian bahkan sampai kena masalah di lingkungannya karena dianggap munafik, berkerudung kok ya dukung si kafir. Tapi teman-teman tidak gentar mendukung Cagub idaman dengan penuh kreatifitas yang cerdas. Sayangnya, Cagub idaman teman-teman bukanlah Nabi yang sempurna. Ia bukan pula manusia setengah dewa. Ia hanya seorang Ahok dengan segala kekurangannya. Salah satunya, mulutnya. Kali ini, teman-teman mungkin sudah sadari, kalau konsekuensi ucapan Cagub idaman akan membawa angin tidak segar untuk kalian. Beberapa dari teman-teman mungkin ada yang mulai ragu, tapi banyak dari teman-teman yang masih semangat mendukung. Apapun itu, teman-teman merasakan kembali patah hati, dan kali ini cukup membuat ngeri.

Cagub idaman teman-teman dihujat sana sini, teman-teman kini tak miliki kuasa untuk membela. Ucapan Cagub idola yang tidak sampai 15 menit serta merta menggugurkan kerja kerasnya selama 5 tahun terkahir. Kali ini, hujatan tidak lagi datang dari rekan sesama orang Jakarta. Berbondong-bondong mereka yang merasa dinistakan datang dari seluruh pelosok negeri untuk minta Ahok dipenjarakan. Menyaksikan sidang demi sidang sudah pasti membuat teman-teman cemas dan khawatir. Mungkin serangan dari keluarga sendiri yang meminta teman-teman untuk berhenti berdiri di belakang beliau sudah semakin kuat menerjang.

Tapi, teman-teman tetap setia, dengan kampanye-kampanye damai dan seru. Teman-teman mencoba mengubah wajah si bapak yang galak dan kaku menjadi lebih relatable dengan anak muda lewat challenge-challenge di sosial media. Beberapa debat yang diadakan di media massa pun berhasil mengingatkan para pemilih di Jakarta betapa Cagub idola teman-teman adalah satu-satunya yang paling mengerti kota ini. Untuk beberapa saat, teman-teman yakin semua problema yang dihadapi selama kampanye ini seraya hanyalah cobaan untuk menghadapi kemenangan yang hakiki. Pada Pilkada serentak yang pertama hal itu terbukti benar adanya, Cagub idola teman-teman berhasil merajai polling yang ada.

Dan sesuai dengan aturan  KPU Jakarta yang ada. Hasil pungutan suara harus 50%+1 orang untuk memenangi polling. Walau Cagub idaman teman-teman berada di posisi tertinggi, sayangnya belum bisa mencapai angka tersebut. Maka dari itu, diadakannya Pilkada Putara 2 untuk DKI Jakarta.

Dan hari itu tiba. Ditemani dengan hujan dan gemuruh petir yang ada di langit, kini teman-teman harus dihadapi dengan hasil quick count yang ada. Hasil quick count yang sudah lebih dari 12 tahun mengabdi untuk demokrasi negeri ini menyatakan kalau Cagub idaman teman-teman kalah. Kali ini teman-teman harus menghadapi patah hati terbesar dari seluruh rangkaian Pilkada ini.

Wajar kalau teman-teman merasa patah hati. Merasa semua ini tidak adil. Mungkin tidak pada hasilnya semata, tapi juga patah hati karena harus menelan kenyataan kalau ternyata masyarakat Jakarta, ibukota Indonesia, masih didominasi dengan pemikiran-pemikiran primordial ekstrem. Kalau ternyata, kerja keras dan hasil nyata tidak ada harganya jika tidak seiman. Pemikiran yang membuat teman-teman merasa semakin minoritas.

Sebagai penceloteh asal dan pengamat dari jauh saya hanya bisa bilang, "Yaudah gakpapa. Enggak apa-apa merasa kecewa, patah hati, atau mungkin benci. Tapi tolong, habiskan perasaan itu sesaat saha. Marah sesaat sepertinya hal yang wajar. Ingin teriak juga sepertinya pilihan yang sehat. Tapi sekali lagi tolong, jangat berlarut-larut. Kota ini, Negara ini masih butuh jiwa-jiwa idealis untuk berjalan kembali. Semangat teman-teman masih diperlukan untuk mengawasi jalannya birokrasi. Tapi ya mungkin saat ini, hari ini, minggu ini atau ya bulan ini, jadi waktu yang tepat untuk teman-teman mengistirahatkan diri. Pergi belibur, menyelam menikmati biota laut di kepulauan seribu atau jelajah kuliner Pecinaan Jakarta di Mangga Besar. Bebaskan pikiran teman-teman mengenai kekalahan hari ini. Obati patah hati dengan mengingatkan kembali mengapa teman-teman memilih untuk Jatuh Hati pada kota ini. Karena sebenarnya, patah hati itu biasa saja!"
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
found it in social media

I know, you have your own opinion about everything. About your clothes, music, food, and sometimes, politic. And in this kind of time, all of us kinda feel the unwanted heat that came from social media with their hoax news, or your relatives with their super racist point of view!

Living in the land of democracy, freedom of speech and share our thought and concern were guaranteed by government. But, as part of society, we also know basic human decency. Don't hurt anyone if you don't want to get hurt. Treat people like you want to be treated! You know, something like that! And as we entry an election time, we suddenly forget all of that. Your high school friends suddenly expertise in religion. Your former work colleague out of nowhere rant and rant about how shitty their lives under current government. And your relatives keep repost hoax news or false old information that related with one of candidate. Long story short, you feel like you surrounded by radical fake news zombie that craving your indecision-non-prejudice-smarty-brain. They want you to make sure, people like you don't vote bad people. And how they do that? Yap! With hoax news, and radical religious point of view. They want you to feel sin for not supporting them!

It is horrible. How people change drastically for politic. How easy people voice controlled by higher power. It is horrible but it is no strange at all. We've been through a lot of this shitty shady business called an election. From peaceful march until bloody riot (#menolaklupa). So, how? How we survive this Pilkada DKI Jakarta (yes, its only Jakarta but the heat is affect entire nation!) without unfriended so many people (in social media and real life) but still being smart voter.

1. Don't Start The Fire
Whatever or whoever you are vote for in this election please make sure you are not throw sparks of hatred in social media FIRST! If you getting attacked its okay to reply them but never be the one who start the #commentwar! 

2. Positive Vibe
Related with number one, never throw any trash talk to other candidate. Instead, share the best and the most positive side about your candidate. Because, quotes from my girl Michelle Obama, "if they go low, you go high".

3. Re-Check Others Mistake
Don't reply hateful speech with hateful speech. My best suggestion is shut up and ignore. But if you really need to talk back everyone in social media. Outsmarted them with fact check. 

4. Don't Get Too Emotional
Please put your emotion in the right places. Seeing your daughter assaulted, watching someone slaughter other human being, knowing you wife just deliver your healthy baby, that kind of stuff you should put most of your emotion. Don't feel extremely angry just because some dude said bad stuff to your candidate. Don't attack people just because you think you are right!

5. Get Your Shit Together
Fine! It is important for the city that you loved lead by a great man. But also, it is important to know that your family still want you at their house, your friend still want to talk with you about their personal stuff, your relatives still... i dont know, asked you when you get married and annoyed you with their story. (i am sorry, I don't know if people is or isn't still think it is important to have relatives. Because i personally don't think so!). So, get your shit together, before you throw any shades against them. You not gonna die if you keep your mouth shut, right? Keep everything on your own mind, and try not to pissed anyone!

To be conclude this peaceful post, i wish everyone whom own KTP DKI Jakarta to use your voice wisely. And for outsider, the people who don't live or own KTP DKI, just... maybe... try... shut up!


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Gita Adinda

Gita Adinda
Freelance writer full time day dreamer. Passionate story teller and traveler. Very critical about politic and music. Love sleeping and good food. True Cancer Signs.

About Me

Gita Adinda
View my complete profile

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  December (1)
      • BEING A NEW MOM IN THIS 2020
  • ►  2019 (2)
    • ►  July (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (1)
    • ►  December (1)
  • ►  2017 (27)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (3)
    • ►  April (5)
    • ►  March (4)
    • ►  February (4)
    • ►  January (7)
  • ►  2016 (3)
    • ►  August (1)
    • ►  April (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (2)
    • ►  August (2)

Follow Me at




Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates