Powered by Blogger.

GA

Pages

  • Home
  • Let's Partner Up!

Bagi saya, hal yang paling menyenangkan saat mengunjungi kota atau negara asing ketika bisa mencicipi makanan khas daerah tersebut. Karena, lewat makanan saya bisa belajar banyak soal budaya dan tipikal masyarakatnya. Dan Nepal memiliki banyak kesamaan rasa dengan masakan Indonesia, terutama Sumatera.

Mirip dengan makanan India, makanan Nepali banyak menggunakan rempah-rempah sebagai bahan utama. Rasa pedas dan gurih mendominasi kuliner Nepal. Berikut adalah lima makanan Nepal yang saya yakin pasti cocok dilidah orang Indonesia.

1. Dal-Bhat-Tarkari
a handful of Dal Bhat Tarkari is never failed to put my smile cheek to cheek
Dal Bhat adalah sebuah set nasi tradisional Nepal. Dal Bhat sendiri artinya adalah sup Dal dan Nasi. Hampir mirip dengan menu makanan India kebanyakan yang dihidangkan di piring lebar, nasi di tengah, dan lauk pauk dipinggirnya. Setiap orang memiliki seleranya tersendiri mengenai isi dari seporsi Dal Bhat. Tapi biasanya, di dalam satu piring Dal Bhat terdapat nasi briyani, kari sayur atau kari ayam, sup Dal (semacam sup sayur-sayuran pedas), acar timun, yogur kambing, brokoli goreng, dan keripik. Tapi, tiap warung yang saya datangi memiliki kombinasi nasi yang berbeda, yang pasti akan selalu pakai sup Dal dan Nasi.
Umumnya se porsi Dal Bhat Tarkari di banderol dengan harga 350 - 400 Nepali Rupee, atau 500 Nepali Rupee kalau makannya di restoran yang cukup terkenal. Ini salah stau menu yang saya rasa cocok dengan nafsu makan orang Indonesia. Porsinya besar, banyak lauk, mengenyangkan, dan rasanya mirip-mirip dengan makanan nasi Padang. 

2. Momo
I want to try Momo, but I have a doubt that it has pork in it. So this is Momo in display (myrepublica.com)

Kalau Anda pernah makan Gyoza di warung makan Jepang atau Dumpling di Restoran China, maka Anda pasti tidak akan asing dengan Momo. Makanan yang di masak dengan cara di kukus lalu di goreng. Tapi tiap restoran atau toko punya caranya sendiri-sendiri.
Isian yang ada di dalam Momo biasanya adalah campuran daging mulai dari ayam, babi, kerbau, dan juga kambing dengan kombinasi keju kaming dan sayuran. Tapi dibeberapa tempat di Kathmandu lebih banyak yang isinya daging ayam dengan rempah-rempah atau adapula menu vegetarian yang berisi kentang tumbuk. Sama seperti Gyoza, menyantap Momo juga harus ditemani dengan saus khusus. Umumnya Momo ditemani dengan saus tomat tapi jika adapula beberapa tempat yang menawarkan Momo dnegan ditemani kuah kari. Mengapa? Karena kuah kari yang ada di kawasan Asia Selatan tidak pernah salah.

3. Mutton Curry
A classic way to enjoy Mutton Curry. With Roti Canai.

Mutton adalah daging kambing. Dan seperti kita ketahui kalau daerah Asia Selatan ini banyak umat Hindu yang tidak bisa makan daging sapi sehingga banyak menu makanan mereka yang didominasi dengan daging kambing. Kari Kambing adalah salah satu andalannya. Tidak hanya di Nepal tapi juga di India. Sebenarnya rasa kuah karinya hampir-hampir sama, tapi menyantap langsung dari negara asli lebih menyenangkan bukan?

4. Thukpa
Mee Tek Tek nya Nepal, hehe

Kalau di Indonesia, mungkin Thukpa ini adalah mie tek-teknya Nepal. Karena isi dari noodle sup ini rempah-rempah bening dengan sayur mayur. Pas saya riset makanan ini di Google ternyata menu ini aslinya dari Tibet tapi cukup populer di Nepal. Mungkin karena rasanya cukup pedas dan hangat untuk disantap malam hari membuat menu ini populer juga di Nepal. Mungkin ya!

5. Masala Chai
My day in Nepal always start with Masala Tea

Teh salah satu minuman terpopuler di dunia. Mkaa tidak mengherankan ketika saya sampai di Nepal, saya mendapatkan cara penyajian teh khas negara ini. Kalau dilihat dari luar Teh Masala ini mirip dengan Milk Tea kebanyakan, tapi pas dicoba ada rasa rempah-rempah yang turut diaduk didalam teh. Rasanya jadi sedikit seperti jamu dengan efek hangat. Banyak yang mengatakan kalau teh ini yang biasanya dibawa para Sherpa menemani para pendaki Everest untuk menghangatkan tubuh. 



Share
Tweet
Pin
Share
1 comments

Salah satu hal yang saya nikmati saat berlibur adalah membuat itinerary selama di tempat liburan. Dan karena kami berencana tinggal di Nusa Ceninngan, maka saya pun bersusah payah mencari info tentang tempat makan yang enak selama di sana. Mungkin karena pulau ini tergolong kecil dan agak sulit untuk di lalui, (baca usaha saya ke Ceningan di sini) maka tidak terlalu banyak informasi restoran di Nusa Ceningan. Kebanyakan food blogger membahas kuliner yang ada di Nusa Lembongan yang memang lebih banyak pengunjungnya.

Tapi bukan berarti mencari makan di Nusa Ceningan perkara sulit. Syukur alhamdulilah saya sempat dapat beberapa daftar tempat makan di pulau yang hanya bisa dilalui dengan "jembatan cinta" ini. Dan dari sekian banyak yang saya list, sayangnya saya cuman berhasil mencicipi ke dua tempat saja. Bukan karena mustahil untuk ditempuh, tapi karena sudah lelah bermain di Nusa Penida dan tempat lainnya, kami memilih makanan yang disediakan di Le Pirate Ceningan. Tapi Bagi kamu yang ingin berlibur ke Nusa Ceningan, berikut lima tempat makan yang asik di Nusa Ceningan.

1. The Dungki Bendega Resto

Sayangnya saya tidak berhasil mencapai resto ini walaupun sudah banyak membaca dari review di Trip Advisor dan tempat review resto lainnya kalau tempat ini bagus. Tidak seperti kebanyakan resto lainnya yang berada di tepi pantai, The Dungki Bedega Resto ini terletak di tengah jantung pulau Nusa Neningan. Tidak jauh dari Blue Lagoon, restoran yag diperkasai oleh seorang chef yang sudah 15 tahun menggeluti dunia kuliner dengan menjadi chef hotel bintang lima, I Kadek Astawa. Banyak review yang mengatakan kalau menu Pork Ribs dan Rendang menjadi highlight liburan kuliner bagi banyak orang. Buat kamu yang baru akan menuju Ceningan, pastikan resto ini masuk jadi itinerary ya!

2. Next Level

Letaknya persis disebelah hotel kami di Le Pirate Ceningan, tapi sekali lagi entah kenapa saya dan dua teman pemalas saya lupa menyambangi tempat ini. Tapi, dari Le Pirate Ceningan, saya bisa melihat cafe yang letaknya di lantai dua ini dengan jelas. Dari jauh sih, saya bisa lihat kalau tempat ini punya atmosfer yang santai dan #GoodVibeOnly. Dan dari review yang ada di social media, saya bisa bilang kalau restoran ini cocok disambangi sore hari sebelum sunset. Karena letaknya yang tidak jauh dari pinggir pantai dan cukup, membuat Next Level Ceningan memiliki pemandangan 360 derajat yang cukup memukau. Desain tempat yang cukup hippies, bisa membuat tempat ini salah satu spot untuk OOTD juga.
Untuk pilihan makanan sepertinya hampir mirip dengan resto yang lain, menyediakan pilihan makanan mulai dari Western dan juga Asia. Tapi, tempat ini memang paling ramai dikunjungi pada malam hari, karena selain sebagai restoran Next Level juga salah stau spot favorit para turis untuk bersantai dengan beer dingin ataupun minuman lainnya.


3. Sea Breeze Ceningan

Jauh sebelum saya berangkat ke Nusa Ceningan, Sea Breeze sudah masuk daftar wajib kunjung saya. Karena saat saya melihat foto-foto yang mereka unggah ke Instagram (@seabreezeceningan) saya langsung jauh hati. Saya bilang ke kedua teman saya, "kita wajib ke sini". Letaknya persis dipinggir laut Nusa Ceningan, dekorasi restoran ini pun dibuat sangat menyenangkan. Dua buah ayunan menghadap laut dan juga sebuah hammock yang diletakan di pinggir laut membuat saya kepincut. Hehe.
Untuk makanan yang ditawarkan cukup beragam, sejujurnya lebih beragam dibandingkan yang ada di hotel kami, Le Pirate Ceningan. Harganya pun cukup masuk akal. Pada kesempatan itu, saya makan Chicken Golden Cheese yang berisikan ayam fillet yang diisi keju dan dihidangkan dengan saus keju dan kentang. Porsi yang cukup besar, makan sore menuju malam yang sangat pas buat saya yang kelaparan setelah bermain di Nusa Penida seharian dan malas mencari makan malam. Kedua teman saya memilih menu yang lebih simpel seperti Nasi Goreng Babi dan Nasi Goreng Spesial, dengan tambahan Gado-Gado dan juga Garlic Bread (iya, saya tahu, benar-benar pilihan yang aneh untuk makan malam). Range harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 20,000 (untuk menu breakfast) sampai Rp. 80,000. Kami yang cukup geragas ini dengan menu segitu banyak dan dua botol beer menghabiskan tidak sampai Rp. 300,000.


4. Le Pirate Ceningan

Wah, ini tempat memang spesial banget. Bukan cuman dari dekorasi penginapannya saja, tapi juga pilihan menu yang ditawarkan juga cukup unik. Menu makanan yang ditawakan kebanyakan di dominasi dnegan menu-menu Mexico. Contohnya, untuk menu sarapan mereka menyediakan semacam burito yang berisi sosis chorizo dengan avocado dan red bean, super Mexico bukan?
Tapi bukan berarti restoran ini tidak memiliki menu lainnya. Menu Western seperti Bacon and Egg atau Spaghetti Carbonara juga tersedia.
Untuk kamu yang datang dengan pasangan, di malam hari resto ini sangat cantik untuk dinner romantis. Dengan pemandangan laut Nusa Ceningan yang temaran, dan pilihan wine dan coack tail yang beragam, Le Pirate Ceningan bisa jadi pilihan yang sempurna untuk kamu dan pasangan.


5. Ceningan Cliff Restaurant

Arrgghh, ini juga salah satu restoran yang saya selakan tidak di kunjungi. Ceningan Cliff Restoran yang terletak di sebrang persis dari Nusa Penida ini memiliki pemandangan yang cukup menyenangkan. Dari beberapa review yang saya baca dan saya amati, tempat ini sangat tenang dan eksotis. Walaupun katanya arah ke tempat ini cukup mendaki tapi semua itu sepadan dengan pemandangan yang ditawarkan.
Untuk makanan, dari yang saya baca sih tidak ada yang luar biasa. Bahkan beberapa ada yang sempat memberikan review jelek karena menemukan potongan plastik di minuman mereka (ouch!)


Dan kalau boleh beri sedikit tipa, lebih baik Anda juga membawa bekal jajanan sendiri selama berada di Ceningan karena untuk pertama kalinya saya datang ke sebuah pulau yang belum tersentuh Alfamart atau Indomart yang buka 24 jam. Jadi kalau-kalau tengah malam merasa lapar (seperti teman saya April yang enggak bisa berenti nyemil), beli jajanan seperti chips atau cokelat bisa jadi penolong!

Jadi, udah tau dong yaa itinerary makan saya selama di Nusa Ceningan, Semoga saja kamu bisa mewujudkan semuanya dan bisa ceritakan kembali ke saya apakah ke-lima tempat ini cukup pantas untuk dikunjungi atau tidak. Atau mungkin kamu punya rekomendasi sendiri, sok atuh di share di komen biar saya juga bisa baca!

all photo credit: TripAdvisor.com, instagram
Share
Tweet
Pin
Share
3 comments
Older Posts

Gita Adinda

Gita Adinda
Freelance writer full time day dreamer. Passionate story teller and traveler. Very critical about politic and music. Love sleeping and good food. True Cancer Signs.

About Me

Gita Adinda
View my complete profile

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  December (1)
      • BEING A NEW MOM IN THIS 2020
  • ►  2019 (2)
    • ►  July (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (1)
    • ►  December (1)
  • ►  2017 (27)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (3)
    • ►  April (5)
    • ►  March (4)
    • ►  February (4)
    • ►  January (7)
  • ►  2016 (3)
    • ►  August (1)
    • ►  April (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (2)
    • ►  August (2)

Follow Me at




Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates