Powered by Blogger.

GA

Pages

  • Home
  • Let's Partner Up!

Salah satu hal yang saya nikmati saat berlibur adalah membuat itinerary selama di tempat liburan. Dan karena kami berencana tinggal di Nusa Ceninngan, maka saya pun bersusah payah mencari info tentang tempat makan yang enak selama di sana. Mungkin karena pulau ini tergolong kecil dan agak sulit untuk di lalui, (baca usaha saya ke Ceningan di sini) maka tidak terlalu banyak informasi restoran di Nusa Ceningan. Kebanyakan food blogger membahas kuliner yang ada di Nusa Lembongan yang memang lebih banyak pengunjungnya.

Tapi bukan berarti mencari makan di Nusa Ceningan perkara sulit. Syukur alhamdulilah saya sempat dapat beberapa daftar tempat makan di pulau yang hanya bisa dilalui dengan "jembatan cinta" ini. Dan dari sekian banyak yang saya list, sayangnya saya cuman berhasil mencicipi ke dua tempat saja. Bukan karena mustahil untuk ditempuh, tapi karena sudah lelah bermain di Nusa Penida dan tempat lainnya, kami memilih makanan yang disediakan di Le Pirate Ceningan. Tapi Bagi kamu yang ingin berlibur ke Nusa Ceningan, berikut lima tempat makan yang asik di Nusa Ceningan.

1. The Dungki Bendega Resto

Sayangnya saya tidak berhasil mencapai resto ini walaupun sudah banyak membaca dari review di Trip Advisor dan tempat review resto lainnya kalau tempat ini bagus. Tidak seperti kebanyakan resto lainnya yang berada di tepi pantai, The Dungki Bedega Resto ini terletak di tengah jantung pulau Nusa Neningan. Tidak jauh dari Blue Lagoon, restoran yag diperkasai oleh seorang chef yang sudah 15 tahun menggeluti dunia kuliner dengan menjadi chef hotel bintang lima, I Kadek Astawa. Banyak review yang mengatakan kalau menu Pork Ribs dan Rendang menjadi highlight liburan kuliner bagi banyak orang. Buat kamu yang baru akan menuju Ceningan, pastikan resto ini masuk jadi itinerary ya!

2. Next Level

Letaknya persis disebelah hotel kami di Le Pirate Ceningan, tapi sekali lagi entah kenapa saya dan dua teman pemalas saya lupa menyambangi tempat ini. Tapi, dari Le Pirate Ceningan, saya bisa melihat cafe yang letaknya di lantai dua ini dengan jelas. Dari jauh sih, saya bisa lihat kalau tempat ini punya atmosfer yang santai dan #GoodVibeOnly. Dan dari review yang ada di social media, saya bisa bilang kalau restoran ini cocok disambangi sore hari sebelum sunset. Karena letaknya yang tidak jauh dari pinggir pantai dan cukup, membuat Next Level Ceningan memiliki pemandangan 360 derajat yang cukup memukau. Desain tempat yang cukup hippies, bisa membuat tempat ini salah satu spot untuk OOTD juga.
Untuk pilihan makanan sepertinya hampir mirip dengan resto yang lain, menyediakan pilihan makanan mulai dari Western dan juga Asia. Tapi, tempat ini memang paling ramai dikunjungi pada malam hari, karena selain sebagai restoran Next Level juga salah stau spot favorit para turis untuk bersantai dengan beer dingin ataupun minuman lainnya.


3. Sea Breeze Ceningan

Jauh sebelum saya berangkat ke Nusa Ceningan, Sea Breeze sudah masuk daftar wajib kunjung saya. Karena saat saya melihat foto-foto yang mereka unggah ke Instagram (@seabreezeceningan) saya langsung jauh hati. Saya bilang ke kedua teman saya, "kita wajib ke sini". Letaknya persis dipinggir laut Nusa Ceningan, dekorasi restoran ini pun dibuat sangat menyenangkan. Dua buah ayunan menghadap laut dan juga sebuah hammock yang diletakan di pinggir laut membuat saya kepincut. Hehe.
Untuk makanan yang ditawarkan cukup beragam, sejujurnya lebih beragam dibandingkan yang ada di hotel kami, Le Pirate Ceningan. Harganya pun cukup masuk akal. Pada kesempatan itu, saya makan Chicken Golden Cheese yang berisikan ayam fillet yang diisi keju dan dihidangkan dengan saus keju dan kentang. Porsi yang cukup besar, makan sore menuju malam yang sangat pas buat saya yang kelaparan setelah bermain di Nusa Penida seharian dan malas mencari makan malam. Kedua teman saya memilih menu yang lebih simpel seperti Nasi Goreng Babi dan Nasi Goreng Spesial, dengan tambahan Gado-Gado dan juga Garlic Bread (iya, saya tahu, benar-benar pilihan yang aneh untuk makan malam). Range harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 20,000 (untuk menu breakfast) sampai Rp. 80,000. Kami yang cukup geragas ini dengan menu segitu banyak dan dua botol beer menghabiskan tidak sampai Rp. 300,000.


4. Le Pirate Ceningan

Wah, ini tempat memang spesial banget. Bukan cuman dari dekorasi penginapannya saja, tapi juga pilihan menu yang ditawarkan juga cukup unik. Menu makanan yang ditawakan kebanyakan di dominasi dnegan menu-menu Mexico. Contohnya, untuk menu sarapan mereka menyediakan semacam burito yang berisi sosis chorizo dengan avocado dan red bean, super Mexico bukan?
Tapi bukan berarti restoran ini tidak memiliki menu lainnya. Menu Western seperti Bacon and Egg atau Spaghetti Carbonara juga tersedia.
Untuk kamu yang datang dengan pasangan, di malam hari resto ini sangat cantik untuk dinner romantis. Dengan pemandangan laut Nusa Ceningan yang temaran, dan pilihan wine dan coack tail yang beragam, Le Pirate Ceningan bisa jadi pilihan yang sempurna untuk kamu dan pasangan.


5. Ceningan Cliff Restaurant

Arrgghh, ini juga salah satu restoran yang saya selakan tidak di kunjungi. Ceningan Cliff Restoran yang terletak di sebrang persis dari Nusa Penida ini memiliki pemandangan yang cukup menyenangkan. Dari beberapa review yang saya baca dan saya amati, tempat ini sangat tenang dan eksotis. Walaupun katanya arah ke tempat ini cukup mendaki tapi semua itu sepadan dengan pemandangan yang ditawarkan.
Untuk makanan, dari yang saya baca sih tidak ada yang luar biasa. Bahkan beberapa ada yang sempat memberikan review jelek karena menemukan potongan plastik di minuman mereka (ouch!)


Dan kalau boleh beri sedikit tipa, lebih baik Anda juga membawa bekal jajanan sendiri selama berada di Ceningan karena untuk pertama kalinya saya datang ke sebuah pulau yang belum tersentuh Alfamart atau Indomart yang buka 24 jam. Jadi kalau-kalau tengah malam merasa lapar (seperti teman saya April yang enggak bisa berenti nyemil), beli jajanan seperti chips atau cokelat bisa jadi penolong!

Jadi, udah tau dong yaa itinerary makan saya selama di Nusa Ceningan, Semoga saja kamu bisa mewujudkan semuanya dan bisa ceritakan kembali ke saya apakah ke-lima tempat ini cukup pantas untuk dikunjungi atau tidak. Atau mungkin kamu punya rekomendasi sendiri, sok atuh di share di komen biar saya juga bisa baca!

all photo credit: TripAdvisor.com, instagram
Share
Tweet
Pin
Share
3 comments


Banyak hal yang bisa Anda lakukan di Nusa Penida. Namun, jika saya bisa batasi dengan angka, saya rasa empat tempat ini cukup bisa memaksa Anda untuk membuka Traveloka dan segera memesan tiket pesawat ke Bali dan mengecek jadwal kapal speed boat ke Nusa Penida. Pulau terbesar diantara dua Nusa lainnya, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan, Nusa Penida menawarkan beragam aktivitas yang lengkap bagi Anda pecinta laut.

Buat yang hobi snorkeling dan diving, ada banyak spot di Nusa Penida yang tawarkan pemandangan ekosistem laut yang mengagumkan, buat yang hobi main air ada beragam permainan air yang superseru, dan bagi yang ingin nikmati pemnadangan alam penida dari pesisir pantai maka sewa mobil ataupun motor beserta supir yang juga jadi guide tersedia di pinggir pantai ketika Anda berlabuh di Penida.

Pada kesempatan kali ini kami memilih untuk menikmati Nusa Penida dari jalur darat karena... well, dua di antara kami sedang datang bulan dan sempat 'bocor' di hotel. Jadi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti mendapat serangan hiu yang mencium darah menstruasi kami dari ratusan meter bawah laut (hey, saya cukup kenyang nonton Jaws, jadi saya tahu kalau hal itu mungkin terjadi ya!).

Untuk menuju melakukan trip di Nusa Penida kami butuh sewa mobil. Kami telah membuat janji dengan Pak Kumis, yang menyediakan beberapa kendaraan beserta supir untuk menjelajahi pulau ini. Harga sewa mobil beserta supir dalam satu hari sebesar Rp 500,000 yang dimana Anda akan diajak berkeliling bagian Selatan Nusa Penida, yang terdiri dari Klingking Beach, Broken Beach, Angels Bilabong, dan Crystal Bay. Jika Anda tertarik untuk mengunjungi bagian Timur Nusa Penida, dimana terdapat Pantai Atuh, Thousand Island, dan tebing-tebing Nusa Penida yang indah lainnya, Anda hanya perlu menambah Rp 200,000. Karena jarak antar wisata bagian Selatan dan Timur Nusa Penida cukup jauh, sekiranya butuh 2 jam perjalanan dengan jalanan terjal dan menanjak. Tapi jika Anda berniat untuk melihat seluruh pemandangan yang ada di Nusa Penida, extra Rp 200,000 bukan jumlah yang besar. Tapi ingat, pastikan Anda berangkat dari pagi hari, minimal sekitar jam 7.00 pagi sehingga Anda tidak kehilangan matahari karena waktu yang habis di jalan. Adapun harga sewa kapal dari Nusa Ceningan ke Nusa Penida hanya Rp 20,000 per orang, atau jika Anda butuh privasi, satu kapal sekali jalan bisa di sewa dengan harga Rp 150,000.

1. Klingking Beach

Pantai Klingking merupakan salah satu tujuan utama mengapa banyak orang mengunjung Nusa Penida. Pulau tebing berbatu yang menurut saya lebih menyerupai kepala dinosaurus ini mampu menakjubkan siapapun dalam hitungan detik. Banyak orang yang sudah berfoto di atas tebing ini namun jarang yang turun dari tebing. Bukannya dilarang tapi jarak yang luar biasa jauh dan sulitnya untuk mendaki ke atas kembali menjadi kendala. Tapi bukan berarti mustahil untuk menikmati pantai ini, namun jika Anda tidak terlalu fit seperti kami yang tengah datang bulan, pilihan untuk menyusuri tangga kecil yang curam bukan pilihan yang bijak!



2. Broken Beach

Salah satu tempat yang membuat saya kagum lainnya adalah Broken Beach atau Pasih Uwuug. Lanskap Nusa Penida yang penuh tebing yang curam sudah pasti banyak memukau banyak mata, tapi alam yang tercipta di Broken Beach ini fenomenal menurut saya. Entah karena saya jarang jalan-jalan ke tempat dengan pemandangan indah tapi tempat ini salah satu yang wajib Anda kunjungi.

Lain dengan Klingking Beach yang bagian dasarnya bisa Anda telusuri dengan tangga curam. Untuk menyentuh bagian dasar Broken Beach ada dua cara yang bisa Anda lakukan yaitu menyewa kapal dari pelabuhan Nusa Penida dan meminta kapten kapal menyempatkan berhenti di bagian bawah Broken Beach atau... Anda bisa loncat dari atas tebing ke bawah. Sangat menantang adrenaline tapi luar biasa bahaya, karena sekali Anda loncat ke bawah tebing Broken Beach, tidak ada cara untuk memanjat ke atas tebing. Satu-satunya cara menunggu kapal nelayan atau sewaan mengangkut Anda.

3. Angels Billabong

Tidak jauh dari Broken Beach, pecahan karang populer bernama Angels Billabong juga terdapat di sini. Di luar dugaan ternyata tempat ini tergolong kecil. Mengingat banyak orang yang foto di dasar Angels Billabong dengan banyak orang.
Sayangnya saat kami sampai ke sini, air laut tengah pasang kembali. Hempasan ombak yang cukup kuat membuat pemandu kami sat itu, Bli Agus, melarang kami untuk turun ke bawah. Paslnya dua mingu sebelum kami ke sini, tarikan dan hempasan ombak Angels Billabong ini sempat memakan korban. Saran kami, jika Anda tengah berlibur di tengah yang tidak terlalu familiar, selalu dengarkan warga lokal yang mendampingi Anda. Jangan mementingkan foto atau kesenangan semata. Karena salah-salah, nyawa Anda taruhannya.

4. Crystal Bay


 Akhirnya, kami bertemu pantai. Eits, jangan khawatir, sebelum kami masuk ke pantai kami sudah membersihkan apa yang perlu dibersihkan untuk masuk ke air. Jadi kejadian bocor di laur dijamin tidak akan terjadi. Lagipula, saya sering dengar mitos kalau darah menstruasi berhenti ketika sedang berenang atau berada di laut. Apapun itu, kami sangat menikmati momen ini. 
Lanskap Crystal Bay yang dikelilingi pulau-pulau kecil bertebing mengingatkan saya dengan pulau Krabi di Thailand. Rata-rata kepulauan yang ada di sana dikelilingi oleh pulau bertebing yang tinggi. 
Bedanya, kalau Chicken Island yang ada di Krabi sudah dipenuhi oleh penjual makanan dan minuman (teh tariknya the best lah!) yang ada di atas kapal sehingga membuat liburan lebih nyaman, kalau di sini, kami harus mencari restoran terlebih dahulu untuk mengisi perut karena di pantai ini hanya tersedia penjual minuman dan makanan kecil. 
Dan di pinggir pantai ini juga disewa payung dan bean bag untuk menyimpan barang dan bersantai. Harganya relatif sama dengan di Bali, Rp 50,000 per payung. Dan jangan khawatir saat Anda tengah berenang di pantai, pemilik sewa payung memastikan barang Anda aman walau tidak ada yang mengawasi. Dan sejujurnya, secara personal  hal itu yang membuat saya suka berlibur ke daerah pulau kecil yang belum terlalu ramai, tingkat kriminalitasnya masih sangat rendah orangnya pun masih ramah karena mereka masih butuh perhatian wisatawan lokal maupun internasional. 

Maih banyak tempat yang sebenarnya bisa dikunjungi dan dilakukan di Nusa Penida. Jika saya boleh menyarankan, jika Anda ada niatan untuk menjelajahi pulau ini, pastikan Anda meluangkan waktu dua hari di pulau ini sendiri. Karena jika Anda memaksa semuanya dikunjungi dalam satu hari, Anda pasti merasa lelah dan... apa gunanya liburan jika justru membuat Anda lebih letih?
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments

Minggu lalu, saya dan dua teman travel saya, April dan Susan, memutuskan untuk mengadakan perjalanan singkat ke Nusa Penida. Sebuah kepulauan kecil di sebrang Barat kota Denpasar. Kenapa? Alsannya simpel, kami bosan dengan rutinitas kota dan sangat butuh pantai. Beberapa pantai yang ada di nusantara jelas sempat jadi pilihan mulai dari Labuan Bajo, melirik Kakaban Trip, hingga akhirnya keputusan berakhir di Le Pirates Ceningan. Alasannya sederhana, tiket pesawat ke Bali lebih murah dibandingkan tiket pesawat direct Garuda ke Labuan Bajo dan kami merasa lebih nyaman berpetualang di pulau yang sudah sering kami kunjungi, Bali.

Tapi pada kenyataan, perjalanan ke Nusa Ceningan bukanlah hal yang mudah. Kurangnya informasi dan terlalu terbuai dengan foto-foto di social media mengenai Nusa Lembongan, Nusa Ceningan, dan Nusa Penida membuat kami nafsu ingin sampai tanpa tahu bagaimana mencapai tujuan. Dan memilih untuk tinggal di Le Pirate Ceningan juga merupakan pilihan tanpa diskusi panjang karena kami pikir, "sudah sampai di Nusa Ceningan kenapa tidak tinggal di tempat paling terkenal di pulau ini". Dan juga apa susahnya sih ke tempat yang sudah dikunjungi oleh ratusan orang di social media, Jika orang-orang di Instagram bisa dengan mudah menjelajahi pulau ini, maka kami juga pasti bisa! Tapi ternyataa...



1. Transportasi
Menuju Le Pirate Ceningan dibutuhkan 3 jenis moda transportasi. Pertama, pesawat terbang yang membawa kami dari Jakarta menuju Bandar Udara I Ngurah Rai Bali. Selanjutnya dari badara kami menyewa mobil menuju Sanur, Denpasar. Dari Sanur kami menyewa kapal cepat yang mengantarkan ke Nusa Lembongan. Dan dari Lembongan kami masih harus menyetir motor sewaan untuk menuju Nusa Ceningan karena dari Nusa Lembongan ke Nusa Ceningan hanya terhubungan dengan jembatan kecil yang hanya bisa dilalui oleh pejalanan kaki atau sepeda motor.

Jangan khawatir, untuk menyebrang ke Nusa Lembongan ada banyak pilihannya mulai dari private speed boat, speed boat sampai yang publik slow boat. Untuk Yang publik slow boat, jadwalnya hanya ada jam jam 10.30 dari Sanur Bali, dengan menggunakan kapal kayu dengan waktu tempuh 1,5 jam seharga Rp 100,000. Sedangkan untuk publik speed boat berangkat dari Sanur ke Nusa Lembongan (Mushroom Beach) sudah ada dari jam 8.30, 9.30, 10.30, 11.30, 13.00, 14.30, 15.30, 16.30 dengan waktu tempuh 30 menit seharga Rp. 175,000. Untuk private speed boat, kamu bisa mencari jadwal dan tiketnya di situs dengan harga berkisar Rp 250,000 - 350,000. Biasanya perbedaan private dengan publik hanya banyaknya penumpang yang dibawa dan kecepatannya. Semua harga yang dibanderol merupakan harga pulang pergi untuk turis lokal, untuk turs mancanegara harga tersebut hanya berlaku untuk sekali jalan. Hihi.

Sesampainya di Nusa Lembongan, kami masih buta akan naik apa dan bagaimana caranya menuju hotel kami di Nusa Ceningan. Tapi jangan khawatir, penyewaan motor dan ojek sudah siap sedia di pinggir pantai. Buat Anda yang sudah reservasi hotel di Nusa Lembongan, ada pilihan kendaraan mobil pick up yang bisa mengantarkan Anda langsung ke depan hotel. Tapi bagi yang yakin memilih tinggal di Le Pirate Ceningan, kendaraan motor sudah pilihan wajibnya. Harga sewa potor perharinya Rp 75,000 dan jika pakai ojek Rp 100,000 sekali jalan.

terlihat besar karena pakai kamera GoPro Hero 5
2. Super Cilik
Di luar ekspektasi, ternyata kamar yang ditawarkan Le Pirates luar biasa kecil. Mungkin salah kami juga yang enggak lihat pilihan kamar yang ada sehingga kami memilih kamar untuk berdua. Tapi kami tetap merasa kamar ini terlalu kecil untuk berdua. Bahkan lebih besar kamar mandinya. Tidak hanya itu, kolam renang yang baisa digunakan foto oleh banyak orang di Instagram ternyata ukurannya lumayan kecil. Mungkin jika digunakan 8 orang sekaligus pasti sudah enggak bisa berenang.

Dan, bagi Anda yang sama butanya dengan kami, kamar di Le Pirate ini dilengkapi dengan AC namun ada charge tambahan Rp 100,000 per malam. Untuk cuaca secerah kami kemarin, menggunakan AC juga jadi harga mati. Air mineral lengkap tersedia di kamar, kamar mandi juga dilengkapi dengan sabun dan shampoo. 

this was just okay, bahkan untuk saya yang suka asin banyak menu yang underseason. Jadi nambah garam terus deh!
Waluapun mahal, Sea Breeze Ceningan
cukup menyenangkan untuk nikmati senja sore
3. Over Price Meal

Mungkin kaminya yang tidak mengeksplor tempat makan di daerah Ceningan, tapi dari dua restoran
yang kami cicipi selama di pulau kecil ini, yaitu Sea Breeze Ceningan dan Le Pirate Rest, rata-rata satu kali makan menghabiskan 70-90 ribu rupiah. Menurut saya itu cukup mahal untuk makanan dengan rasa biasa aja. Dibandingkan dengan harga makanan di yang ada di Pulau Bali, dengan 90ribu kami bisa makan dua porsi Mak Beng dan rasanya sudah terkenal legendaris.


tanpa filter, temaram sunset menuju malamnya memang bikin foto seperti terkena filter ekstra biru
4. Kick Ass View
Tapi diluar banyaknya kejutan yang enggak dipersiapkan dalam perjalanan kali ini, kami cukup takjub dengan pemandangan tepi pantai yang diberikan Le Pirate Ceningan. Kami cukup beruntung dengan cuaca cerah sepanjang perjalanan kami di Ceningan, Lembongan dan Penida. Saat memasuki pukul lima sore, kami sangat menyarankan Anda untuk menggelar hammock yang ada di depan kamar, memesan radler atau minuman segar dari bar, sambil menikmati pemandangan pantai Nusa Ceningan yang lautnya perlahan-lahan surut. Its worth the trip!
its tiring but it was fun! I already miss our little bungalow

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Gita Adinda

Gita Adinda
Freelance writer full time day dreamer. Passionate story teller and traveler. Very critical about politic and music. Love sleeping and good food. True Cancer Signs.

About Me

Gita Adinda
View my complete profile

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  December (1)
      • BEING A NEW MOM IN THIS 2020
  • ►  2019 (2)
    • ►  July (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (1)
    • ►  December (1)
  • ►  2017 (27)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (3)
    • ►  April (5)
    • ►  March (4)
    • ►  February (4)
    • ►  January (7)
  • ►  2016 (3)
    • ►  August (1)
    • ►  April (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (2)
    • ►  August (2)

Follow Me at




Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates